Risma Sujud ke Dokter, Pakar Komunikasi: Tak Perlu Bersujud Dia Punya Komitmen Tangani Corona

- 30 Juni 2020, 14:46 WIB
WALI Kota Surabaya Tri Rismaharini menangis dan sujud minta maaf di depan para dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).*

FIXINDONESIA.COM - Tindakan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersujud kepada sejumlah dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dinilai tidak perlu dilakukan. Hal tersebut diungkapkan Pakar Komunikasi Politik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Karim Suryadi.

Menurut Karim tanpa harus melakukan tindakan tersebut, Risma dianggap memiliki komitmen dalam upaya menekan angka penularan Covid-19 di Surabaya.

"Menurut saya dia punya konsen menangani Covid. Tapi tidak perlu bersujud begitulah tidak perlu," ujarnya saat dihubungi Fixindonesia, Selasa 30 Juni 2020.

Baca Juga: Mulai Besok 1 Juli 2020 Keluar-Masuk Jakarta Wajib Lampirkan SIKM, Ini Cara Buatnya

Dia mengatakan Risma memang merupakan kepala daerah yang sering meluapkan emosinya secara spontan. Namun demikian, Karim mengungkapkan tindakan Risma berlutut ada korelasi dengan sentilan Jokowi kepada Menkes yang dinilai tidak optimal dalam mengatasi pandemi Covid-19.

"Dia kan (tindakannya) seneng dramaturki, marah-marah tapi dengan gaya dia, dia memang ekspresif tetapi ada korelasi dengan yang dikatakan Jokowi. Andai saja Jokowi melihat Risma sujud sebelum dia ngomong (marah) akan menambah gusar Jokowi," katanya.

"Bahwa seorang kepala daerah sampai harus memelas-melas IDI agar warganya bisa masuk atau bisa dirawat di rumah sakit," tambah Karim.

Baca Juga: Terancam Diproses Hukum Karena Manggung di Acara Hajatan, Rhoma: Mudah-mudahan Bupati Becanda

Sebelumnya, tindakan Risma itu dilakukan saat pertemuan IDI bersama para direktur rumah sakit di Surabaya pada Senin 29 Juni 2020 kemarin. Video aksi Risma itu beredar hingga kemudian viral di media sosial, dan mendapatkan beragam tanggap dari para netizen.

Halaman:

Editor: Rinda Suherlina


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X