Terbongkar, Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ternyata Tidak Layak

- 2 Juli 2020, 11:45 WIB
TEROWONGAN kereta cepat Jakarta-Bandung garapan PT KCIC.* /DOK. PT KCIC/


FIXINDONESIA.COM - Proyek kereta api cepat yang menghubungkan Jakarta dan Bandung, akhirnya terbukti tidak dikaji secara mendalam dan kelayakannya dipertanyakan.

Selain itu, dalam proses pembangunannya, segudang masalah mulai dari dampak sosial hingga lingkungan terus mencuat dipermukaan.

Anggota Komisi XI DPR RI Achmad Hafisz Tohir melihat, tak hanya pembebasan lahan yang tidak kunjung selesai, proyek ini diketahui ternyata dikerjakan oleh perusahaan China Railways Construction Corporation yang finansial perusahaannya sedang bermasalah.

Baca Juga: Jelang Idul Adha, MUI Kabupaten Bandung Beri Poin Penting Pelaksanaan

Saat ini, Pemerintah Indonesia tengah mengajak kembali pemerintah Jepang agar terlibat dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang dulu pernah kalah tender dengan China.

Hafisz mengaku, sejak tahun 2016 saat dirinya masih menjabat sebagai Ketua Komisi VI DPR RI, ia sudah menyerukan agar proyek kere cepat ini dikaji ulang. Sekarang terbukti proyek tersebut tidak layak, karena tidak dikaji mendalam.

“Feasibility study-nya tidak layak dan juga merugi. Break even point-nya berpuluh-puluh tahun tidak menentu pula," ujar politisi PAN ini dalam wawancara eksklusifnya dengan Parlementaria, Rabu, 1 Juli 2020.

Baca Juga: Ada Jenglot dan Bambu Kuning di Tas Pembakar Mobil Via Vallen, Inul: Dunia Dangdut Memang Sadis

Hafisz menjelaskan, proyek kereta cepat ini sebenarnya sudah ada sejak 2009 silam. Namun, saat itu PT KAI menolak melakukan konsorsium lantaran tidak layak. Kemudian, lanjut dia, proyek ini kembali hidup di era Pemerintahan Jokowi dengan asumsi business to business (b-to-be).

Hafisz menambahkan, sisi ketidaklayakan lainnya ialah tanah yang labil dan jarak tempuh yang terlalu dekat.

Halaman:

Editor: Rinda Suherlina


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X