Gagal Atasi Amdal, Walhi Jabar: Pemerintah Harus Hentikan Proyek KCJB

- 9 Juli 2020, 23:13 WIB
Sungai Cileuleuy, Desa Puteran, Kecamatan Cikalongwetan Kabupaten Bandung Barat meluap /

FIXINDONESIA.COM – Sungai  Cileuleuy, Desa Puteran, Kecamatan Cikalongwetan Kabupaten Bandung Barat meluap. Hal tersebut terjadi lantaran aktivitas Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang dinilai mendatangkan bencana.

Seperti diketahui, banjir bandang sempat terjadi akibat luapan sungai Cileleuy pada Senin 6 Juli 2020 sore.

Baca Juga: Usai Muncul Klaster Baru Secapa AD, Jabar Penyumbang Tertinggi Kasus Covid-19

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat, Meiky W Paedong menuturkan, tak hanya banjir bandang, proyek KCJB tersebut juga pernah menyebabkan bencana alam lainnya seperti yang terjadi di tunnel 6.3.

“Sebelum kejadian ini juga sempat terjadi bencana di titik berbeda sebagai dampak dari proyek KCJB ini. Bencana yang terjadi ini menjadi tanda bahwa proyek ini gagal terutama dalam mengatasi dampak-dampak lingkungan,” katanya kepada wartawan, Kamis, 9 Juli 2020.

Baca Juga: Netty Sambut Baik Ada Batasan Harga Tertinggi Rapid Test

Selain analisa masalah dampak lingkungan (Amdal) yang buruk, Meiky pun menila bahwa skema dalam penanganan teknis bisa dikatakan tidak baik.

“Jadi banjir di Desa Puteran itu ada gorong-gorong yang sengaja dibuat di aliran sungai Cileuleut agar proyek bisa berjalan lancar,” ujarnya.

Baca Juga: Soal Jokowi Sindir Menterinya, Ruhut Sitompul: Beliau Sungguh-Sungguh dan Serius

Halaman:

Editor: Negara Satia


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X