Makin Panas, Dinilai Terlalau Ikut Campur, Tiongkok Berlakukan Pembatasan Visa Bagi Pejabat AS

- 30 Juni 2020, 11:50 WIB
ILUSTRASI Visa.*

FIXINDONESIA.COM - Hubungan Tiongkok dan Amerika Serikat kian memanas, Beijing mengumumkan untuk melakukan pembatasan visa bagi AS lantaran dinilai terlalu ikut campur dalam permasalahan yang yang terjadi di Hong Kong.

Kendati demikian, kebijakan pembatasan visa pada Amerika Serikat ditujukan kepada orang-oranng tertentu, dalam hal ini bagi para pejabat AS yang dinilai 'berperilaku buruk' terkait urusannya dengan Hong Kong.

Dalam artikel Pikiran-Rakyat.com berjudul "Balas Dendam, Tiongkok Umukan Batasan Visa Bagi Pejabat AS ke Hong Kong" yang dikutip fixindonesia, kebijakan tersebut merupakan balas dendam atas keputusan Pemerintah AS yang pada pekan lalu membatasi visa bagi pejabat Tiongkok yang merusak status semi-otonom Hong Kong.

Sebagaimana diberitakan SCMP, pada Senin 29 Juni 2020, juru bicara Kementerian luar negeri Tiongkok, Zhao Lijian mengatakan langkah apa pun yang dilakukan oleh AS untuk menghalangi pengenalan Beijing mengenai hukum keamana nasional di Hong Kong 'tidak akan berhasil'.

Baca Juga: Pemasok Narkoba ke Ridho Ilahi Ternyata Berprofesi Sebagai Kru di Rumah Produksi

Zhao mengatakan, pihaknya telah memutuskan untuk memberlakukan pembatasan visa pada pejabat AS yang berperilaku buruk pada masalah yang terkait dengan Hong Kong.

"Tidak peduli bagaimana separatis Hong Kong berkotek, dan tidak peduli tekanan macam apa yang diberikan oleh pasukan anti-Tiongkok eksternal, skema mereka untuk menghalangi pengesahan undang-undang keamanan nasional Hong Kong tidak akan pernah menang dan RUU itu hanyalah selembar kertas bekas," tuturnya.

Terkait dengan undang-undang keamanan nasional untuk Hong Kong, dia menegaskan, itu adalah 'murni urusan dalam negeri Tiongkok,' di mana negara asing tidak berhak campur tangan dalam urusan negaranya.

"Usaha AS menghalangi upaya Tiongkok memajukan undang-undang keamanan nasional untuk Hong Kong dengan memberlakukan 'sanksi' akan gagal," tegasnya.

Halaman:

Editor: Rinda Suherlina

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X