Gawat! 294 Ribu Karyawan Gagal Dapat BLT BPJS Ketenagakerjaan, Ternyata Ini Penyebabnya

- 14 Januari 2021, 20:40 WIB
Gawat! 294 Ribu Karyawan Gagal Dapat BLT BPJS Ketenagakerjaan, Ternyata Ini Penyebabnya /Shammil Fachrial Suryapraja

FIX INDONESIA – 294 ribu karyawan gagal dapat BLT BPJS Ketenagakerjaan, hati-hati ternyata ini yang menjadi penyebabnya.

Melansir dari website resmi Kemnaker, target penerimaan bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah sendiri sebanyak 12.403.896 orang dengan anggaran sebesar Rp29.769.350.400.000,-. Berdasarkan data sementara per 31 Desember 2020, anggaran BSU telah terealisasi sebesar Rp29.416.358.400.000,- (98,81 persen). 
 
Jika dilihat per termin, BSU pada termin pertama telah tersalurkan kepada 12.265.437 penerima dengan total anggaran sebesar Rp14.718.524.400.000 (98,88 persen). Sedangkan untuk termin kedua telah tersalurkan kepada 12.248.195 orang dengan anggaran sebesar Rp14.697.834.000.000 (98,74 persen).

Baca Juga: UPDATE TERBARU Prakerja gelombang 12 Tahun 2021, Lakukan 4 Langkah Ini Agar Lolos

Baca Juga: ASYIK! Balita Bisa Dapat Rp3 Juta dari Kemensos, Simak Cara Mendapatkannya di Sini!

Adapun syarat yang wajib dipenuhi karyawan agar berhak menerima bantuan ini, sesuai Permenaker No. 14 tahun 2020, yakni:

  1. Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK)
  2. Terdaftar sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan.
  3. Peserta yang membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan upah di bawah Rp 5 juta sesuai upah yang di laporkan kepada BPJSKetenagakerjaan.
  4. Pekerja/buruh penerima upah,
  5. Memiliki rekening bank yang aktif,
  6. Peserta yang terdaftar sebagai peserta aktif di BPJSKetenagakerjaan sampai dengan bulan Juni 2020.

Kemnaker mencatat uang BLT BPJS Ketenagakerjaan masih belum tersalurkan kepada sekitar 294 Ribu lebih karyawan.

Adapun bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah yang belum tersalurkan sebanyak 294.160 orang. Data tersebut saat ini masih dalam tahap rekonsiliasi dengan Bank Himbara sebagai bank penyalur untuk mendapatkan hasil penyaluran yang rill. 

Total 294.160 orang karyawan yang gagal cair di termin 1 dapat disebabkan karena rekening bermasalah meskipun memenuhi syarat Permenaker No. 14 tahun 2020.

Baca Juga: Kepala BKN Berikan Pesan Pada CPNS 2021 di Lingkungannya, Inilah Isi Pesannya

Halaman:

Editor: Siti Resa Mutoharoh


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X