Kinerja Menterinya Lambat, Komisi XI DPR RI: Kasihan Presiden Kerja Sendiri

- 30 Juni 2020, 10:55 WIB
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

 

FIXINDONESIA.COM - Pernyataan Presiden RI Joko Widodo yang menyindir kinerja menteri di kabinetnya terus menjadi perbincangan di berbagai kalangan. Tak terkecuali DPR RI.

Dilansir fixindonesia dari laman resmi DPR RI, anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan merasa kasihan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai kerja sendirian dalam menghadapi situasi krisis akibat pandemi virus Corona (Covid-19). Terutama terhadap tim ekonomi pemerintah akibat rendahnya realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang sudah dianggarkan ratusan triliun.

Presiden, kok kayak kerja sendiri. Mana program PEN? Penyerapan anggaran kesehatan masih 1,8 persen, likuiditas perbankan, UMKM? Menurut Gubernur Ban Indonesia, warung di BI belum laku. Lah, kok begitu. Seolah mempertegas kurangnya koordinasi di dalam Komite Siatem Stabilitas Keuangan (KSSK).” ucap Hergun, saat diwawancara Parlementaria, khusus via Whatsapp, Senin 29 Juni 2020.

Baca Juga: Usia Sudah 17 Tahun Wajib Bikin KTP, Berikut Caranya

Hergun sapaan akrabnya menuturkan, dari penjelasan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada 16 Juni lalu di media, stimulus bidang kesehatan yang dianggarkan sekitar Rp 75 triliun baru terealisasi 1,54 persen.

Kemudian, lanjut dia, stimulus di bidang perlindungan sosial, realisasinya sudah 28,63 persen. Untuk insentif dunia usaha, realisasinya baru 6,8 persen, dukungan untuk UMKM realisasinya juga masih 0,06 persen. Sementara untuk pembiayaan korporasi realisasinya juga masih 0 persen.

“Benarkah serapan rendah karena tidak kerja, ataukah belum ada uangnya?" tukasnya.

Dalam arahan pada Sidang Kabinet di Istana Negara pada Kamis, 18 Juni lalu, Presiden Jokowi menginstruksikan kepada menterinya supaya belanja-belanja yang dilaporkan masih biasa-biasa saja segera dikeluarkan dan dibelanjakan secepatnya.

Baca Juga: Polisi Tangkap Pemasok dan Bandar Narkoba ke Artis FTV Ridho Ilahi

Halaman:

Editor: Rinda Suherlina


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X