Dorong Kapolri Revisi Perkap 18, Bamsoet: Izinkan Peluru 9 mm untuk Bela Diri Masyarakat Sipil

- 1 Agustus 2020, 21:10 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo /

FIXINDONESIA.COM - Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis diminta Ketua MPR RI Bambang Soesatyo agar mempertimbangkan penggunaan jenis peluru tajam kaliber 9 mm untuk digunakan bela diri masyarakat sipil yang sudah memiliki persyaratan kepemilikan senjata api (senpi).

Baca Juga: Biadab, Usai Hancurkan Satu Desa, Israel Bantai Warga Sipil dan Anak-anak Palestina

Dia menuturkan bahwa dalam Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 18 tahun 2015 diatur jenis senjata api peluru tajam yang boleh dimiliki, yaitu dibatasi untuk senapan berkaliber 12 GA dan pistol berkaliber 22, 25, dan 32.

"Sebetulnya di berbagai negara, sudah memperbolehkan menggunakan pistol kaliber 9 mm. Mungkin Kapolri bisa mempertimbangkan merevisi Perkap tersebut," ujar Bamsoet dalam rilisnya, Sabtu 1 Agustus 2020.

Baca Juga: Polisi Larang Truk Sumbu Tiga Ke Atas Masuk Tol Cileunyi Pada 2-3 Agustus 2020

Selain itu dalam Perkap tersebut menyebutkan, ada tiga macam senjata api yang boleh dimiliki untuk bela diri, selain senjata api peluru tajam, ada senjata api peluru karet dan senjata api peluru gas.

Untuk dua jenis senjata terakhir yang disebutkan tidak mematikan, namun tetap berbahaya. Oleh karenanya, peluru karet dan peluru gas dibatasi untuk peluru berkaliber 9 mm. Senjata berkaliber peluru lebih dari itu akan dikatakan ilegal dan wajib diserahkan ke kepolisian.

Baca Juga: Kang Emil Ajak Warga Jabar Jadi Relawan Uji Klinis, Netizen: Coba Dulu Sama Bapak dan Keluarga

Lebih jauh Bamsoet menjelaskan, pihaknya akan menggelar Lomba Asah Kemahiran Menembak bagi para pemilik izin khusus senjata api bela diri, yang akan digelar bersama Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Izin Khusus Senjata Api Beladiri (DPP-PERIKSHA) dan International Defensive Pistol Association Indonesia (IDPA Indonesia).

Halaman:

Editor: Agus Satia Negara

Sumber: Galamedianews


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X