Ada Komersialisasi Pendidikan, Abdul Wahid: Klaster Pendidikan Tak Perlu Masuk RUU Ciptaker

- 16 September 2020, 10:27 WIB
Ada Komersialisasi Pendidikan, Abdul Wahid: Klaster Pendidikan Tak Perlu Masuk RUU Ciptaker /

FIXINDONESIA.COM - Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Abdul Wahid mengimbau agar klaster pendidikan tak perlu masuk dalam Omnibus Law Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker).

Menurutnya, jika hal tersebut dipaksa masuk dalam RUU Ciptaker, akan ada komersialisasi pendidikan. Padahal, kata dia, pendidikan adalah kewajiban negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Baca Juga: Jadwal Acara TV Hari ini, Rabu 16 September 2020 di NET TV, MNC TV, Trans TV, dan Trans 7

Wahid menegaskan bahwa lembaga penyelenggara pendidikan adalah nirlaba, bukan pencari laba sesuai putusan Mahkamah Agung (MA).

"Kalau ini kita serahkan ke RUU Ciptaker, berarti ada komersialisasi pendidikan. Ini yang kita tidak mau. Komersialisasi pasti kepentingannya bisnis. Ini menurut saya perlu didudukkan. Masalah ini nanti bisa merambah pula ke pesantren," ujarnya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa 15 September 2020, seperti dikutip FIXINDONESIA dari laman DPR RI.

Baca Juga: Hari-hari Terakhir Gareth Bale Di Real Madrid Akan Segera Tiba, Ini Dua Tim Inggris yang Meminangnya

Wahid menilai, jika klaster pendidikan masuk dalam RUU Ciptaker pasti akan timbul pertentangan terutama dengan UUD Negara RI Tahun 1945 seperti yang sedang dibahas Baleg DPR.

Baca Juga: Akhirnya, BLT BPJS Ketenagakerjaan Tahap 3 Cair, Buruan Cek Rekeningmu Sekarang!

"Pendidikan adalah tanggung jawab negara yang tertuang dalam UUD dan diperkuat dengan UU lain. Ini tanggung jawab negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan tetap harus diatur dalam UU tersendiri," ujarnya.

Editor: Agus Satia Negara

Sumber: DPR RI


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X