UU Ciptaker Beri Peluang TKA, Mardani: Pemerintah Khianati Cita-cita Bangsa

- 7 Oktober 2020, 13:29 WIB
UU Ciptaker Beri Peluang TKA, Mardani: Pemerintah Khianati Cita-cita Bangsa /Engkos Kosasih/

Baca Juga: Telak, Ini Jawaban Keras Najwa Shihab Usai Dilaporkan Relawan Jokowi Soal Kursi Kosong

FIXINDONESIA.COM - Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Mardani Ali Sera menilai, Undang-Undang (UU) Cipta Kerja soal tenaga kerja asing (TKA) telah mengkhianati cita-cita bangsa dalam memajukan kesejahteraan umum.

"Mestinya dahulukan warga sendiri. Dengan pendidikan yang benar dan strategi pelatihan dan link and match," kata Mardani kepada RRI.co.id, Rabu 7 Oktober 2020.

"Plus intelejen pasar yang dilakukan negara kita dapat menyiapkan generasi anak muda yang terampil dan siap bersaing. Apalagi kita menjelang bonus demografi," tambahnya.

Baca Juga: Cara Dapat Kuota Internet Gratis Hingga 50 GB dari Kemendikbud untuk Seluruh Jenjang Pendidikan

Mardani menjelaskan, terkait pasal 81 poin 4 hingga 11 dalam UU Ciptaker yang mengatur terkait tenaga kerja asing (TKA). Aturan tersebut ternyata mengubah dan menghapus sejumlah aturan tentang pekerja asing dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

"Pertama, dalam UU Ciptaker pemerintah telah menghapuskan kewajiban izin tertulis bagi pengusaha yang ingin mempekerjakan TKA. Hal tersebut tertuang dalam Pasal 81 poin 4 UU Ciptaker," jelasnya.

Padahal, lanjut dia, sebelumnya kewajiban tersebut telah tertuang pada Pasal 42 poin 1 UU Ketenagakerjaan yang berbunyi, setiap pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga asing wajib memiliki izin tertulis daru menteri atau pejabat yang ditunjuk.

Baca Juga: Upah Per Jam di UU Omnimbus Law, Kemnaker Angkat Bicara

Sebagai kompensasi atau penggantinya, pengusaha hanya diwajibkan memiliki rencaca penggunaan TKA. Hal tersebut tertuang dala Pasal 42 UU Ciptaker yang bunyinya berubah menjadi, setiap pemberi kerja yang mempekerjakan tenaga kerja asing wajib memiliki rencana penggunaan tenaga kerja asing yang disahkan oleh pemerintah pusat.

Halaman:

Editor: Agus Satia Negara

Sumber: RRI


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X