Tanggapi Tudingan Denny Siregar, Pimpinan Pesantren: Kesalahannya Semakin Nampak

- 4 Juli 2020, 15:46 WIB
Massa yang melaporkan Denny Siregar. (Pikiran-Rakyat.com/Asep MS) /

FIXINDONESIA.COM - Belum lama ini pegiat media sosial Denny Siregar tengah menjadi trending di medsos lantaran tuduhan yang dilontarkannya terkait anggapan eksploitasi santri untuk ikut aksi 313.

Menanggapi hal tersebut, Pesantren Tahfidz Quran Daarul Ilmi Kota Tasikmalaya membantah anggapan yang dituduhkan Denny Siregar tersebut.

Pihak pesantren menjelaskan bahwa keikutsertaan para santri yang masih berusia anak-anak dalam aksi 313 di Jakarta pada 2019 silam adalah untuk membaca Quran dan bernasyid.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Objek Wisata Alam Bikin Akhir Pekanmu Menyenangkan

Hal tersebut disampaikan Pimpinan Pesantren Tahfidz Quran Daarul Ilmi Kota Tasikmalaya, ustadz Ahmad Ruslan Abdul Gani. Menurutnya, terlibatnya para santri dalam aksi tersebut bukan untuk ikut turun ke jalan. Apalagi, kata dia, itu bukanlah aksi berbau politik, melainkan aksi bela islam.

"Lagipula, mereka tidak teriak-teriak. Mereka hanya mengaji dan bermain nasyid, menghibur peserta aksi," katanya, Jumat, 3 Juli 2020.

Dalam artikel Pikiran-Rakyat.com berjudul "Pimpinan Pesantren Tanggapi Tudingan Denny Siregar, 'Mereka Hanya Menghibur Peserta Aksi 313'" yang dikutip fixindonesia, Ahmad menuturkan bahwa tak ada bukti dari para santri yang teriak-teriak turun ke jalan. Para santri mengikuti aksi dengan damai dan hanya mengaji di depan Masjid Istiqlal.

Baca Juga: Pinjami Mobil Dinasnya Untuk Jomblo Menikah, Wali Kota Semarang Diminta Netizen Sekalian Jodohnya

Dikatakan Ahmad, kalau para santrinya ikut teriak-teriak baru bisa disebut radikal. Namun, ketika itu para santri hanya mengaji dan bermain nasyid.

Halaman:

Editor: Negara Satia

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X